(function() { var b=window,f="chrome",g="jstiming",k="tick";(function(){function d(a){this.t={};this.tick=function(a,d,c){var e=void 0!=c?c:(new Date).getTime();this.t[a]=[e,d];if(void 0==c)try{b.console.timeStamp("CSI/"+a)}catch(h){}};this[k]("start",null,a)}var a;b.performance&&(a=b.performance.timing);var n=a?new d(a.responseStart):new d;b.jstiming={Timer:d,load:n};if(a){var c=a.navigationStart,h=a.responseStart;0=c&&(b[g].srt=h-c)}if(a){var e=b[g].load;0=c&&(e[k]("_wtsrt",void 0,c),e[k]("wtsrt_","_wtsrt",h),e[k]("tbsd_","wtsrt_"))}try{a=null, b[f]&&b[f].csi&&(a=Math.floor(b[f].csi().pageT),e&&0=d&&b[g].load[k]("aft")};var l=!1;function m(){l||(l=!0,b[g].load[k]("firstScrollTime"))}b.addEventListener?b.addEventListener("scroll",m,!1):b.attachEvent("onscroll",m); })();

Thursday, January 31, 2008
Person of The Years majalah TIME sejak 1927-2007


Sejak tahun 1927, majalah Time memilih laki-laki, perempuan atau ide yang paling berpengaruh di tahun bersangkutan. Baik pengaruh terbaik atau pengaruh terburuk.

Ada beberapa fakta menarik pada daftar yang di keluarkan oleh majalah Time seperti:
  • Charles Lindbergh (1927) adalah orang pertama sekaligus termuda yang menerima penghormatan ini. Dia berusia 25 tahun ketika itu.
  • Wanita pertama yang menerima penghormatan ini adalah Mrs. Wallis Warfield Simpson, janda yang dinikahi raja Inggris King Edward VIII dan menyebabkan sang raja meletakkan mahkotanya demi wanita ini. Peristiwa ini terjadi tahun 1936.
  • Satu-satunya orang yang menerima penghargaan ini sebanyak tiga kali adalah Presidn Amerika Franklin Delano Roosevelt yaitu tahun 1932, 1934, dan 1941.
  • Adolf Hitler, pernah menerima pilihan ini pada tahun 1938.
  • Penghargaan yang di tujukan pada seluruh generasi pada tahun1966, dan di beri nama generasi "Twenty-five and Under."
  • Pada tahun 1982, komputer menjadi obyek pertama yang terpilih.



Inilah pilihan majalah TIME sejak 1927 sampai 2007

1927 Charles Augustus Lindbergh
1928 Walter P. Chrysler
1929 Owen D. Young
1930 Mohandas Karamchand Gandhi
1931 Pierre Laval
1932 Franklin Delano Roosevelt
1933 Hugh Samuel Johnson
1934 Franklin Delano Roosevelt
1935 Haile Selassie
1936 Mrs. Wallis Warfield Simpson
1937 Generalissimo & Mme Chiang Kai-Shek
1938 Adolf Hitler
1939 Joseph Stalin
1940 Winston Leonard Spencer Churchill
1941 Franklin Delano Roosevelt
1942 Joseph Stalin
1943 George Catlett Marshall
1944 Dwight David Eisenhower
1945 Harry Truman
1946 James F. Byrnes
1947 George Catlett Marshall
1948 Harry Truman
1949 Winston Leonard Spencer Churchill
1950 American Fighting-Man
1951 Mohammed Mossadegh
1952 Elizabeth II
1953 Konrad Adenauer
1954 John Foster Dulles
1955 Harlow Herbert Curtice
1956 Hungarian Freedom Fighter
1957 Nikita Krushchev
1958 Charles De Gaulle
1959 Dwight David Eisenhower
1960 U.S. Scientists
1961 John Fitzgerald Kennedy
1962 Pope John XXIII
1963 Martin Luther King Jr.
1964 Lyndon B. Johnson
1965 General William Childs Westmoreland
1966 Twenty-Five and Under
1967 Lyndon B. Johnson
1968 Astronauts Anders, Borman and Lovell
1969 The Middle Americans
1970 Willy Brandt
1971 Richard Milhous Nixon
1972 Nixon and Kissinger
1973 John J. Sirica
1974 King Faisal
1975 American Women
1976 Jimmy Carter
1977 Anwar Sadat
1978 Teng Hsiao-P'ing
1979 Ayatullah Khomeini
1980 Ronald Reagan
1981 Lech Walesa
1982 The Computer
1983 Ronald Reagan & Yuri Andropov
1984 Peter Ueberroth
1985 Deng Xiaoping
1986 Corazon Aquino
1987 Mikhail Sergeyevich Gorbachev
1988 Endangered Earth
1989 Mikhail Sergeyevich Gorbachev
1990 The Two George Bushes
1991 Ted Turner
1992 Bill Clinton
1993 The Peacemakers
1994 Pope John Paul II
1995 Newt Gingrich
1996 Dr. David Ho
1997 Andy Grove
1998 Bill Clinton and Kenneth Starr
1999 Jeff Bezos
2000 George W. Bush
2001 Rudolph Giuliani
2002 The Whistleblowers
2003 The American Soldier
2004 George W. Bush
2005 Bill Gates, Melinda Gates, & Bono
2006 You
2007 Vladimir Putin







posted by FerryHZ at 7:00 AM | Permalink | 0 comments
Wednesday, January 30, 2008
Earth of Mankind


Rabu sore, di bawah sedikit gerimis saya datang ke Togamas Surabaya. Salah temen MP telah berada di sana, duduk santai di temani segelas Jus, beberapa potong lumpia dan banyak kesenangan karena kemanjaan hotspot yang melaju kencang.

Say helo sebentar sebelum saya duduk dan memesan segelas jus. Sedikit perbincangan sebelum dia mengambil satu buku bersampul dominan hijau di samping laptopnya.

"Buatmu, Fer."

Aku terima dengan kegembiraan. Buku Pram. Bumi manusia. Earth of Mankind. Buat saya, sastra model Pram adalah hal baru. Saya terbiasa dengan novel-novel dari dimensi berbeda.Teman itu berhasil menyodorkan daya tarik seorang Pram menjadi magnet yang tak tertahankan. Ini karya pertama Pram yang bakal aku baca.

Lalu percakapan mengalir dan ada beberapa ide yang akhirnya tertuang pada coretan MP di blognya dia, rencana-rencana bersama seputar dunia penulisan.

Thansk Cha.....


posted by FerryHZ at 11:29 AM | Permalink | 0 comments
Monday, January 28, 2008
Jenderal Sudirman, pejuang dengan satu paru-paru


Jenderal Sudirman merupakan salah satu tokoh besar di antara sedikit orang lainnya yang pernah dilahirkan oleh suatu revolusi. Saat usianya masih 31 tahun ia sudah menjadi seorang jenderal. Meski menderita sakit paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya melawan Belanda. Ia berlatarbelakang seorang guru HIS Muhammadiyah di Cilacap dan giat di kepanduan Hizbul Wathan.

Ketika pendudukan Jepang, ia masuk tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor yang begitu tamat pendidikan, langsung menjadi Komandan Batalyon di Kroya. Menjadi Panglima Divisi V/Banyumas sesudah TKR terbentuk, dan akhirnya terpilih menjadi Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia (Panglima TNI). Ia merupakan Pahlawan Pembela Kemerdekaan yang tidak perduli pada keadaan dirinya sendiri demi mempertahankan Republik Indonesia yang dicintainya. Ia tercatat sebagai Panglima sekaligus Jenderal pertama dan termuda Republik ini.

Sudirman merupakan salah satu pejuang dan pemimpin teladan bangsa ini. Pribadinya teguh pada prinsip dan keyakinan, selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan bangsa di atas kepentingan pribadinya. Ia selalu konsisten dan konsekuen dalam membela kepentingan tanah air, bangsa, dan negara. Hal ini boleh dilihat ketika Agresi Militer II Belanda. Ia yang dalam keadaan lemah karena sakit tetap bertekad ikut terjun bergerilya walaupun harus ditandu. Dalam keadaan sakit, ia memimpin dan memberi semangat pada prajuritnya untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda. Itulah sebabnya kenapa ia disebutkan merupakan salah satu tokoh besar yang dilahirkan oleh revolusi negeri ini.

Sudirman yang dilahirkan di Bodas Karangjati, Purbalingga, 24 Januari 1916, ini memperoleh pendidikan formal dari Sekolah Taman Siswa, sebuah sekolah yang terkenal berjiwa nasional yang tinggi. Kemudian ia melanjut ke HIK (sekolah guru) Muhammadiyah, Solo tapi tidak sampai tamat. Sudirman muda yang terkenal disiplin dan giat di organisasi Pramuka Hizbul Wathan ini kemudian menjadi guru di sekolah HIS Muhammadiyah di Cilacap. Kedisiplinan, jiwa pendidik dan kepanduan itulah kemudian bekal pribadinya hingga bisa menjadi pemimpin tertinggi Angkatan Perang.

Sementara pendidikan militer diawalinya dengan mengikuti pendidikan tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor. Setelah selesai pendidikan, ia diangkat menjadi Komandan Batalyon di Kroya. Ketika itu, pria yang memiliki sikap tegas ini sering memprotes tindakan tentara Jepang yang berbuat sewenang-wenang dan bertindak kasar terhadap anak buahnya. Karena sikap tegasnya itu, suatu kali dirinya hampir saja dibunuh oleh tentara Jepang.

Setelah Indonesia merdeka, dalam suatu pertempuran dengan pasukan Jepang, ia berhasil merebut senjata pasukan Jepang di Banyumas. Itulah jasa pertamanya sebagai tentara pasca kemerdekaan Indonesia. Sesudah Tentara Keamanan Rakyat (TKR) terbentuk, ia kemudian diangkat menjadi Panglima Divisi V/Banyumas dengan pangkat Kolonel. Dan melalui Konferensi TKR tanggal 2 Nopember 1945, ia terpilih menjadi Panglima Besar TKR/Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia. Selanjutnya pada tanggal 18 Desember 1945, pangkat Jenderal diberikan padanya lewat pelantikan Presiden. Jadi ia memperoleh pangkat Jenderal tidak melalui Akademi Militer atau pendidikan tinggi lainnya sebagaimana lazimnya, tapi karena prestasinya.

Ketika pasukan sekutu datang ke Indonesia dengan alasan untuk melucuti tentara Jepang, ternyata tentara Belanda ikut dibonceng. Karenanya, TKR akhirnya terlibat pertempuran dengan tentara sekutu. Demikianlah pada Desember 1945, pasukan TKR yang dipimpin oleh Sudirman terlibat pertempuran melawan tentara Inggris di Ambarawa. Dan pada tanggal 12 Desember tahun yang sama, dilancarkanlah serangan serentak terhadap semua kedudukan Inggris. Pertempuran yang berkobar selama lima hari itu akhirnya memaksa pasukan Inggris mengundurkan diri ke Semarang.

Pada saat pasukan Belanda kembali melakukan agresinya atau yang lebih dikenal dengan Agresi Militer II Belanda, Ibukota Negara RI berada di Yogyakarta sebab Kota Jakarta sebelumnya sudah dikuasai. Jenderal Sudirman yang saat itu berada di Yogyakarta sedang sakit. Keadaannya sangat lemah akibat paru-parunya yang hanya tingggal satu yang berfungsi.

Dalam Agresi Militer II Belanda itu, Yogyakarta pun kemudian berhasil dikuasai Belanda. Bung Karno dan Bung Hatta serta beberapa anggota kabinet juga sudah ditawan. Melihat keadaan itu, walaupun Presiden Soekarno sebelumnya telah menganjurkannya untuk tetap tinggal dalam kota untuk melakukan perawatan. Namun anjuran itu tidak bisa dipenuhinya karena dorongan hatinya untuk melakukan perlawanan pada Belanda serta mengingat akan tanggungjawabnya sebagai pemimpin tentara.

Maka dengan ditandu, ia berangkat memimpin pasukan untuk melakukan perang gerilya. Kurang lebih selama tujuh bulan ia berpindah-pindah dari hutan yang satu ke hutan yang lain, dari gunung ke gunung dalam keadaan sakit dan lemah sekali sementara obat juga hampir-hampir tidak ada. Tapi kepada pasukannya ia selalu memberi semangat dan petunjuk seakan dia sendiri tidak merasakan penyakitnya. Namun akhirnya ia harus pulang dari medan gerilya, ia tidak bisa lagi memimpin Angkatan Perang secara langsung, tapi pemikirannya selalu dibutuhkan.

Sudirman yang pada masa pendudukan Jepang menjadi anggota Badan Pengurus Makanan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Keresidenan Banyumas, ini pernah mendirikan koperasi untuk menolong rakyat dari bahaya kelaparan. Jenderal yang mempunyai jiwa sosial yang tinggi, ini akhirnya harus meninggal pada usia yang masih relatif muda, 34 tahun.

Pada tangal 29 Januari 1950, Panglima Besar ini meninggal dunia di Magelang dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta. Ia dinobatkan sebagai Pahlawan Pembela Kemerdekaan. ► juka-atur



Sumber:
http://www.tokohindonesia.com




posted by FerryHZ at 10:28 PM | Permalink | 0 comments
Sunday, January 27, 2008
Kutipan dari novel TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJK karya HAMKA


="">Kutipan dari novel TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJK, saya kutip dari teman baik di MP yang telah mereview novel tersebut.
Lihat juga reviewnya di: http://b1nt4n9.multiply.com/reviews/item/42

=======================================================================


Surat daripada Zainuddin kepada Hayati;

Lebih seratus kali namamu ku sebut dalam sehari. Kadang-kadang saya terpanggil dalam nyanyianku, kadang-kadang dalam ratapku. Kicut pintu ditolak angin, terasa langkah kau yang terdengar. Masih juga belum percaya, kau telah membuang saya dari ingatanmu. Saya tanyai diri saya, apakah saya berdosa kepadamu? Tidak rasanya, bahkan dosa yang lain yang kerap saya perbuat untuk mencukupkan cintaku kepadamu.


Surat Kahdijah (sahabat Hayati ) kepada Hayati

Cinta tidaklah teguh untuk mempertalikan laki isteri. Tali yang teguh adalah kemaslahatan kedua belah pihak. Cinta adalah bunga melur yang indah warna dan harum baunya dua hari genap ketiga selama air masih cukup dalam jambangan, selama tiga hari itu pula subur dan indahlah hidupnya. Yang selalu akan mengancam akan kesuburannya ialah kemiskinan. Kalau harta cukup cinta menjadi kalau harta tiada pergaulan terancam. Cinta atau rindu, dendam kasih sayang atau asyik maksyuk biarlah tinggal dalam khayal dari angan-angan pengarang hikayat.


=======================================================================


Saya pernah membaca novel ini beberapa puluh tahun yang lalu ketika SD. ketika itu terengah-engah untuk memahami karya hebat HAMKA. Ceritanya sudah terlupa. Terimakasih buat teman yang sudah me-review dan mengingatkan.


posted by FerryHZ at 7:47 PM | Permalink | 0 comments
Mantan Presiden Soeharto Meninggal Dunia


JAKARTA - Setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) sejak 4 Januari 2008, mantan Presiden Soeharto akhirnya tak dapat melawan sakit yang dideritanya. Penguasa Orde Baru itu pun menghembuskan nafas terakhir pada Minggu (27/1/2008) pukul 13.10 WIB.

" Pak Harto meninggal dunia pukul 13.10 WIB," ujar Kapolsek Kebayoran Baru Dicky Sondani, di RSPP, Jakarta, Minggu (27/1/2008)

Soeharto dilarikan ke RSPP pada Jumat (4/1/2008) pukul 14.15 WIB dan mendapat perawatan di ruang president suite VVIP nomor 536 lantai V RSPP. Soeharto dirawat karena mengalami penimbunan cairan di tubuhnya yang mengakibatkan pembengkakkan dan menurunnya kadar darah merah (hemoglobin).

Keadaan Soeharto sempat membaik setelah tim dokter mengeluarkan cairan di tubuhnya. Soeharto masih dapat tersenyum dan berbicara meskipun hanya dalam kalimat-kalimat pendek. Namun kesehatannya kembali mengalami penurunan pada Senin pagi (7/1). Kondisi itu ditandai dengan menurunnya produksi urin dan penumpukan cairan di paru-paru. Selain itu penurunan kondisi kesehatan Soeharto juga ditandai dengan dijumpainya pendarahan melalui urin dan feses sehingga hemoglobin yang awalnya berhasil dinaikan menjadi turun kembali.

Penurunan kesehatan ini, disebabkan tubuh Pak Harto yang mengalami ketergantungan pada alat bantu dan obat-obatan.Tim dokter telah berupaya mengurangi keberadaan alat bantu di tubuh Pak Harto.Langkah tersebut justru membuat kondisi tubuh Pak Harto semakin menurun. Namun seminggu terakhir, kondisi Soeharto dikabarkan berangsur pulih, karena tim dokter berhasil mengendalikan infeksi di tubuh Soeharto

Namun pada Minggu pagi ini, tim dokter menyatakan sejak pukul 01.00 WIB Soeharto mengalami sesak nafas, dan tekanan darah yang mengalami penurunan. Tim dokter juga menyatakan sistem pernafasan Soeharto diabil alih 100% oleh alat bantu pernafasan.Namun akhirnya pada pukul13.10 WIB ini Soeharto tak dapat tertolong lagi.

Soeharto tutup usia di usia ke 86 tahun. Lahir di Kemusuk Argo Mulyo 8 Juni 1921, Ia dilantik sebagai Presiden pada tanggal 27 Maret 1968 dan berkuasa hingga 32 tahun sebelum akhirnya lengser oleh gelombang demonstrasi mahasiswa pada 1998.

Soeharto menikah dengan Suhartini dan memiliki enam orang anak. Yaitu Sigit Harjojudanto, Siti Hardijanti Rukmana (Tutut), Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Hariyadi (Titik), Hutomo Mandala Putra (Tommy), dan Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek). (pie)


Sumber:
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/01/27/1/78477/
mantan-presiden-soeharto-meninggal-dunia



posted by FerryHZ at 9:13 AM | Permalink | 0 comments
Saturday, January 26, 2008
Biografi HAMKA


HAMKA (1908-1981), adalah akronim kepada nama sebenar Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah. Beliau adalah seorang ulama, aktivis politik dan penulis Indonesia yang amat terkenal di alam Nusantara. Beliau lahir pada 17 Februari 1908 di kampung Molek, Meninjau, Sumatera Barat, Indonesia. Ayahnya ialah Syeikh Abdul Karim bin Amrullah atau dikenali sebagai Haji Rasul, seorang pelopor Gerakan Islah(tajdid) di Minangkabau, sekembalinya dari Makkah pada tahun 1906.

HAMKA mendapat pendidikan rendah di Sekolah Dasar Meninjau sehingga Darjah Dua. Ketika usia HAMKA mencecah 10 tahun, ayahnya telah mendirikan Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Di situ HAMKA telah mempelajari agama dan mendalami bahasa Arab. HAMKA juga pernah mengikuti pengajaran agama di surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjoparonto dan Ki Bagus Hadikusumo.

Kerjaya HAMKA bermula sebagai guru agama pada tahun 1927 di Perkebunan Tebing Tinggi, Medan dan guru agama di Padang Panjang pada tahun 1929. HAMKA kemudian dilantik sebagai pensyarah di Universitas Islam, Jakarta dan Universitas Muhammadiyah, Padang Panjang dari tahun 1957 hingga tahun 1958. Setelah itu, beliau dilantik sebagai Rektor Perguruan Tinggi Islam, Jakarta dan Profesor Universitas Mustapo, Jakarta. Dari tahun 1951 hingga tahun 1960, beliau dilantik sebagai Pegawai Tinggi Agama oleh Menteri Agama Indonesia, tetapi meletakkan jawatan apabila Sukarno memberi kata dua sama ada menjadi pegawai kerajaan atau bergiat dalam politik Majlis Syura Muslim Indonesia (Masyumi).

HAMKA lebih banyak belajar sendiri dan melakukan penyelidikan meliputi pelbagai bidang ilmu pengetahuan seperti falsafah, kesusasteraan, sejarah, sosiologi dan politik, sama ada Islam ataupun Barat. Dengan kemahiran bahasa Arabnya yang tinggi, beliau dapat menyelidiki karya ulama dan pujangga besar di Timur Tengah seperti Zaki Mubarak, Jurji Zaidan, Abbas al-?Aqqad, Mustafa al-Manfaluti dan Hussain Haikal. Melalui bahasa Arab juga, beliau meneliti karya sarjana Perancis, Inggeris dan Jerman seperti Albert Camus, William James, Freud, Toynbee, Jean Sartre, Karl Marx dan Pierre Loti. HAMKA juga rajin membaca dan bertukar-tukar fikiran dengan tokoh-tokoh terkenal Jakarta seperti HOS Chokroaminoto, Raden Mas Surjoparonoto, Haji Fakrudin, Ar Sutan Mansur dan Ki Bagus Hadikusumo sambil mengasah bakatnya sehingga menjadi seorang pemidato yang handal.

HAMKA juga aktif dalam gerakan Islam melalui pertubuhan Muhammadiyah. Beliau menyertai pertubuhan itu mulai tahu 1925 bagi menentang khurafat, bidaah, tarekat dan kebatinan sesat di Padang Panjang. Mulai tahun 1928, beliau mengetuai cawangan Muhammadiyah di Padang Panjang. Pada tahun 1929, HAMKA mendirikan pusat latihan pendakwah Muhammadiyah dan dua tahun kemudian beliau menjadi konsul Muhammadiyah di Makasar. Kemudian beliau terpilih menjadi ketua Majlis Pimpinan Muhammadiyah di Sumatera Barat oleh Konferensi Muhammadiyah, menggantikan S. Y. Sutan Mangkuto pada tahun 1946. Beliau menyusun kembali pembangunan dalam Kongres Muhammadiyah ke-31 di Jogjakarta pada tahun 1950. Pada tahun 1953, HAMKA dipilih sebagai penasihat pimpinan Pusat Muhammadiah. Pada 26 Julai 1957, Menteri Agama Indonesia iaitu Mukti Ali melantik HAMKA sebagai ketua umum Majlis Ulama Indonesia tetapi beliau kemudiannya meletak jawatan pada tahun 1981 kerana nasihatnya diketepikan oleh kerajaan Indonesia.

Kegiatan politik HAMKA bermula pada tahun 1925 apabila beliau menjadi anggota parti politik Sarekat Islam. Pada tahun 1945, beliau membantu menentang kemaraan kembali penjajah Belanda ke Indonesia melalui pidato dan menyertai kegiatan gerila di dalam hutan di Medan. Pada tahun 1947, HAMKA dilantik sebagai ketua Barisan Pertahanan Nasional, Indonesia. Beliau menjadi anggota Konstituante Masyumi dan menjadi pemidato utama dalam Pilihan Raya Umum 1955. Masyumi kemudiannya diharamkan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1960. Dari tahun 1964 hingga tahun1966, HAMKA telah dipenjarakan oleh Presiden Sukarno kerana dituduh pro-Malaysia. Semasa dipenjarakanlah maka beliau mula menulis Tafsir al-Azhar yang merupakan karya ilmiah terbesarnya. Setelah keluar dari penjara, HAMKA dilantik sebagai ahli Badan Musyawarah Kebajikan Nasional, Indonesia, anggota Majlis Perjalanan Haji Indonesia dan anggota Lembaga Kebudayaan Nasional, Indonesia.

Selain aktif dalam soal keagamaan dan politik, HAMKA merupakan seorang wartawan, penulis, editor dan penerbit. Sejak tahun 1920-an lagi, HAMKA menjadi wartawan beberapa buah akhbar seperti Pelita Andalas, Seruan Islam, Bintang Islam dan Seruan Muhammadiyah. Pada tahun 1928, beliau menjadi editor majalah Kemajuan Masyarakat. Pada tahun 1932, beliau menjadi editor dan menerbitkan majalah al-Mahdi di Makasar. HAMKA juga pernah menjadi editor majalah Pedoman Masyarakat, Panji Masyarakat dan Gema Islam.

HAMKA juga menghasilkan karya ilmiah Islam dan karya kreatif seperti novel dan cerpen. Karya ilmiah terbesarnya ialah Tafsir al-Azhar (5 jilid) dan antara novel-novelnya yang mendapat perhatian umum dan menjadi buku teks sastera di Malaysia dan Singapura termasuklah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Di Bawah Lindungan Kaabah dan Merantau ke Deli.

HAMKA pernah menerima beberapa anugerah pada peringkat nasional dan antarabangsa seperti anugerah kehormat Doktor Honoris Causa, Universiti al-Azhar, 1958; Doktor Honoris Causa, Universiti Kebangsaan Malaysia, 1974; dan gelaran Datuk Indono dan Pengeran Wiroguno daripada kerajaan Indonesia.

HAMKA telah pulang ke rahmatullah pada 24 Julai 1981, namun jasa dan pengaruhnya masih terasa sehingga kini dalam memartabatkan agama Islam. Beliau bukan sahaja diterima sebagai seorang tokoh ulama dan sasterawan di negara kelahirannya, malah jasanya di seluruh alam Nusantara, termasuk Malaysia dan Singapura, turut dihargai.


Sumber:
http://www.mail-archive.com/rantau-net@groups.or.id/msg01582.html




posted by FerryHZ at 11:20 PM | Permalink | 0 comments
Friday, January 25, 2008
Sekilas kronologis kematian Munir

Tiga jam setelah pesawat GA-974 take off dari Singapura, awak kabin melaporkan kepada pilot Pantun Matondang bahwa seorang penumpang bernama Munir yang duduk di kursi nomor 40 G menderita sakit. Munir bolak balik ke toilet. Pilot meminta awak kabin untuk terus memonitor kondisi Munir. Munir pun dipindahkan duduk di sebelah seorang penumpang yang kebetulan berprofesi dokter yang juga berusaha menolongnya. Penerbangan menuju Amsterdam menempuh waktu 12 jam. Namun dua jam sebelum mendarat 7 September 2004, pukul 08.10 waktu Amsterdam di bandara Schipol Amsterdam, saat diperiksa, Munir telah meninggal dunia.

Pada tanggal 12 November 2004 dikeluarkan kabar bahwa polisi Belanda (Institut Forensik Belanda) menemukan jejak-jejak senyawa arsenikum setelah otopsi. Hal ini juga dikonfirmasi oleh polisi Indonesia. Belum diketahui siapa yang telah meracuni Munir, meskipun ada yang menduga bahwa oknum-oknum tertentu memang ingin menyingkirkannya.

Pada 20 Desember 2005 Pollycarpus Budihari Priyanto dijatuhi vonis 14 tahun hukuman penjara atas pembunuhan terhadap Munir. Hakim menyatakan bahwa Pollycarpus, seorang pilot Garuda yang sedang cuti, menaruh arsenik di makanan Munir, karena dia ingin mendiamkan pengkritik pemerintah tersebut. Hakim Cicut Sutiarso menyatakan bahwa sebelum pembunuhan Pollycarpus menerima beberapa panggilan telepon dari sebuah telepon yang terdaftar oleh agen intelijen senior, tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut. Selain itu Presiden Susilo juga membentuk tim investigasi independen, namun hasil penyelidikan tim tersebut tidak pernah diterbitkan ke publik.


Sumber:
http://id.wikipedia.org/


posted by FerryHZ at 10:31 PM | Permalink | 0 comments
Biogarfi Singkat Munir, sang tokoh HAM

Munir Said Thalib lahir di Malang, Jawa Timur, 8 Desember 1965 dan meninggal di pesawat Garuda dari Jakarta jurusan ke Amsterdam, pada tanggal 7 September 2004. Pria keturunan Arab ini adalah seorang aktivis HAM Indonesia dan jabatan terakhirnya adalah Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia Imparsial.

Saat menjabat Koordinator Kontras namanya melambung sebagai seorang pejuang bagi orang-orang hilang yang diculik pada masa itu. Ketika itu dia membela para aktivis yang menjadi korban penculikan Tim Mawar dari Kopassus. Setelah Soeharto jatuh, penculikan itu menjadi alasan pencopotan Danjen Kopassus Prabowo Subianto dan diadilinya para anggota tim Mawar.

Jenazah Munir dimakamkan di Taman Pemakaman Umum, Kota Batu.

Istri Munir, Suciwati, bersama aktivis HAM lainnya terus menuntut pemerintah agar mengungkap kasus pembunuhan ini.

Biografi

Lahir: Malang, 8 Desember 1965

Jabatan: Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau HAM Indonesia Imparsial

Pendidikan: S1 FH Universitas Brawijaya(Unibraw) (1990)

Karier terpenting

  • Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau HAM Indonesia Imparsial
  • Ketua Dewan Pengurus KONTRAS (2001)
  • Koordinator Badan Pekerja KONTRAS (16 April 1998-2001)
  • Wakil Ketua Dewan Pengurus YLBHI (1998)
  • Wakil Ketua Bidang Operasional YLBHI (1997)
  • Sekretaris Bidang Operasional YLBHI (1996)
  • Direktur LBH Semarang (1996)
  • Kepala Bidang Operasional LBH Surabaya (1993-1995)
  • Koordinator Divisi Pembunuhan dan Divisi Hak Sipil Politik LBH Surabaya 992-1993)
  • Ketua LBH Surabaya Pos Malang
  • Relawan LBH Surabaya (1989)

Organisasi

  • Sekretaris BPM FH Unibraw (1998)
  • Ketua Senat Mahasiswa FH Unibraw (1989)
  • Anggota HMI
  • Sekretaris Al Irsyad Kabupaten Malang (1988)
  • Divisi Legal Komite Solidaritas untuk Marsinah
  • Sekretarsi Tim Pencari Fakta Forum Indonesia Damai.

Penghargaan terpenting

  • Right Livelihood Award 2000, Penghargaan pengabdian bidang kemajuan HAM dan kontrol sipil terhadap militer (Swedia, 8 Desember 2000)
  • Mandanjeet Singh Prize, UNESCO, untuk kiprahnya mempromosikan Toleransi dan Anti-Kekerasan (2000)
  • Salah satu Pemimpin Politik Muda Asia pada Milenium Baru (Majalah Asiaweek, Oktober 1999)
  • Man of The Year versi majalah Ummat (1998).
  • Suardi Tasrif Awards, dari Aliansi Jurnalis Independen, (1998) atas nama Kontras
  • Serdadu Awards, dari Organisasi Seniman dan Pengamen Jalanan Jakarta (1998)
  • Yap Thiam Hien Award (1998)
  • Satu dari seratus tokoh Indonesia abad XX, majalah Forum Keadilan

Kasus-kasus penting yang pernah ditangani

  • Penasehat Hukum dan anggota Tim Investigasi Kasus Fernando Araujo, dkk, di Denpasar yang dituduh merencanakan pemberontakan melawan pemerintah secara diam-diam untuk memisahkan Timor-Timur dari Indonesia; 1992
  • Penasehat Hukum Kasus Jose Antonio De Jesus Das Neves (Samalarua) di Malang, dengan tuduhan melawan pemerintah untuk memisahkan Timor Timur dari Indonesia; 1994
  • Penasehat Hukum Kasus Marsinah dan para buruh PT. CPS melawan KODAM V Brawijaya atas tindak kekerasan dan pembunuhan Marsinah, aktifis buruh; 1994
  • Penasehat Hukum masyarakat Nipah, Madura, dalam kasus permintaan pertanggungjawaban militer atas pembunuhan tiga petani Nipah Madura, Jawa Timur; 1993
  • Penasehat Hukum Sri Bintang Pamungkas (Ketua Umum PUDI) dalam kasus subversi dan perkara hukum Administrative Court (PTUN) untuk pemecatannya sebagai dosen, Jakarta; 1997
  • Penasehat Hukum Muchtar Pakpahan (Ketua Umum SBSI) dalam kasus subversi, Jakarta; 1997
  • Penasehat Hukum Dita Indah Sari, Coen Husen Pontoh, Sholeh (Ketua PPBI dan anggota PRD) dalam kasus subversi, Surabaya;1996
  • Penasehat Hukum mahasiswa dan petani di Pasuruan dalam kasus perburuhan PT. Chief Samsung; 1995
  • Penasehat Hukum bagi 22 pekerja PT. Maspion dalam kasus pemogokan di Sidoarjo, Jawa Timur; 1993
  • Penasehat Hukum DR. George Junus Aditjondro (Dosen Universitas Kristen Satyawacana, Salatiga) dalam kasus penghinaan terhadap pemerintah, Yogyakarta; 1994
  • Penasehat hukum Muhadi (seorang sopir yang dituduh telah menembak polisi ketika terjadi bentrokan antara polisi dengan anggota TNI AU) di Madura, Jawa Timur; 1994
  • Penasehat Hukum dalam kasus hilangnya 24 aktifis dan mahasiswa di Jakarta; 1997-1998
  • Penasehat Hukum dalam kasus pembunuhan besar-besaran terhadap masyarakat sipil di Tanjung Priok 1984; sejak 1998
  • Penasehat Hukum kasus penembakan mahasiswa di Semanggi, Tragedi Semanggi I dan II; 1998-1999
  • Anggota Komisi Penyelidikan Pelanggaran HAM di Timor Timur; 1999
  • Penggagas Komisi Perdamaian dan Rekonsiliasi di Maluku
  • Penasehat Hukum dan Koordinator Advokat HAM dalam kasus-kasus di Aceh dan Papua (bersama KontraS)

Sumber:

http://id.wikipedia.org


posted by FerryHZ at 10:23 PM | Permalink | 1 comments
Pollycarpus Dihukum 20 Tahun Penjara


Jum'at, 25 Januari 2008 | 18:39 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Majelis Hakim Peninjauan Kembali perkara pembunuhan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir menghukum terpidana Pollycarpus Budihari Priyanto 20 tahun penjara. Polly terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap Munir dan pemalsuan surat.

"Putusan ini berarti mengabulkan permohonan Peninjauan Kembali yang diajukan oleh jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat," kata Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung, Nurhadi yang membacakan putusan itu, Jumat (25/1).

Majelis hakim yang memutus perkara bernomor 109/PK/PID/Tahun 2007 terdiri dari Bagir Manan sebagai ketua majelis, dan anggota majelis Parman Suparman, Djoko Sarwoko, Paulus E Lotulung, dan Harifin A. Tumpa.

Hakim Agung Djoko Sarwoko mengatakan putusan ini diambil setelah mempertimbangkan adanya kekeliruan putusan hakim sebelumnya dan bukti baru yang diajukan. "Majelis sependapat bahwa alasan permohonan PK bisa diterima," katanya kepada wartawan, Jumat (25/1).

Menurut Djoko, putusan menghukum Polly diambil secara bulat oleh majelis hakim. "Kelima hakim berpendapat sama," katanya.

Sebelumnya, Pollycarpus pernah dijatuhi hukuman 14 Tahun penjara di tingkat Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, kemudian dikuatkan oleh putusan banding Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Namun di tingkat kasasi, Polly hanya diganjar hukuman dua tahun penjara dan tidak terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap Munir. "Sekarang kami putuskan Pollycarpus itu pelaku pembunuhan," ujarnya.

Djoko mengatakan majelis berpendapat bahwa pembunuhan Munir tidak terjadi dalam penerbangan pesawat antara Jakarta-Singapura. Namun dia tidak merinci dugaan majelis hakim soal lokasi pembunuhan Munir.

Hal itu, kata Djoko, jelas merubah dakwaan jaksa yang mengatakan pembunuhan terjadi dalam penerbangan antara Jakarta-Singapura. Namun menurut majelis Peninjauan Kembali, dakwaan hanya sebuah arah pemeriksaan perkara. "Tidak ada masalah jika tempat dan waktunya itu berbeda antara dakwaan dan putusan, hal itu dipengaruhi faktor pembuktian," ujarnya.

Soal motif, menurut Djoko, majelis Peninjauan Kembali tidak bisa memastikan. Namun ia menduga Munir dibunuh karena masalah politik.

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KONTRAS), Usman Hamid berharap kasus pembunuhan Munir tidak berhenti sampai di putusan peninjauan kembali. "Masih ada aktor intelektual yang berkeliaran, itu juga harus dikejar dan ditangkap," katanya.

SANDY INDRA PRATAMA


Sumber:
http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2008/01/25/brk,20080125-116203,id.html

Gambar:
http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2008/01/080125_munircase.shtml



posted by FerryHZ at 10:13 PM | Permalink | 0 comments
Wednesday, January 23, 2008
Akhirnya bukuku siap terbit

Terima e-mail dari editor tentang rencana jadwal terbit buku saya. Lega sekali rasanya. Alhamdullilah, akhirnya kerinduan bakal terobati.


====================================================================

From: "Linda"
Subject: RE: Gambar buku Photoshop CS3
Date: Tue, 22 Jan 2008 13:52:18 +0700
To: "'FERRY-HRLMBNG'"

Mas Ferry, mohon maaf saya terlambat membalas email-nya. File gambar yang
dikirimkan sudah diterima, insya Allah bukunya terbit di bulan Februari

Linda R

-----Original Message-----
From: FERRY-HRLMBNG [mailto:zanzad@telkom.net]
Sent: Tuesday, January 22, 2008 4:33 AM
To: Linda
Subject: Re: Gambar buku Photoshop CS3

Ibu Linda, filenya sudah saya kirimkan hari Minggu
kemarin. Saya gunakan email yang yahoo. Apakah sudah
diterima?
Terimakasih.



On Sat, 19 Jan 2008 10:58:19 +0700
"Linda" wrote:
>
> Mas Ferry bisa tolong saya dikirimkan file Gambar 13.1,
>karena gambar
> tersebut tidak muncul.
> Terima kasih kerjasamanya,


====================================================================

nb:
*Semoga postingan ini bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman untuk berkarya.

Ferry Herlambang



posted by FerryHZ at 6:27 AM | Permalink | 0 comments
Tuesday, January 22, 2008
Revisi naskah buku, ahhhh.....

Dapat email dari editor, salah satu gambar pendukung pada bab 13 tidak muncul. Pasti masalah resource memori pada waktu burning file dari HD ke CD tempo hari.

Saat burning saya menggunakan kompi lama yang resource memorinya memang terbatas (maklum, memory dan VGAcard udah pada ilang entah kemana.)

Saya kirimkan ulang bab 13 minggu malam. Semoga tidak ada revisi lagi. Kerinduan besar melihat buku segera terbit setelah sekian bulan bermasalah dengan produktifitas.

Untuk kasus ini, angka 13 memang bermasalah….


posted by FerryHZ at 2:25 AM | Permalink | 0 comments
Monday, January 21, 2008
Chairil Anwar, sebuah biografi singkat


Chairil Anwar (Medan, 26 Juli 1922 — Jakarta, 28 April 1949) atau dikenal sebagai "Si Binatang Jalang" (dalam karyanya berjudul Aku) adalah penyair terkemuka Indonesia. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, ia dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor Angkatan '45 dan puisi modern Indonesia.

Masa kecil

Chairil masuk Hollands Inlandsche School (HIS), sekolah dasar untuk orang-orang pribumi waktu penjajah Belanda. Dia kemudian meneruskan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs, sekolah memengah pertama belanda, tetapi dia keluar sebelum lulus.Tidak ada banyak diketahui mengenai orang-tuanya. Dia mulai untuk menulis sebagai seorang remaja tetapi tak satupun puisi awalnya yang ditemukan.

Pada usia sembilan belas tahun, setelah perceraian orang-tuanya, Chairil pindah dengan ibunya ke Jakarta di mana dia berkenalan dengan dunia sastera. Meskipun pendidikannya tak selesai, Chairil menguasai bahasa Inggris, bahasa Belanda dan bahasa Jerman, dan dia mengisi jam-jamnya dengan membaca pengarang internasional ternama, seperti: Rainer M. Rilke, W.H. Auden, Archibald MacLeish, H. Marsman, J. Slaurhoff dan Edgar du Perron. Penulis-penulis ini sangat mempengaruhi tulisannya dan secara tidak langsung mempengaruhi puisi tatanan kesusasteraan Indonesia.

Masa Dewasa

Nama Chairil mulai terkenal dalam dunia sastera setelah pemuatan tulisannya di "Majalah Nisan" pada tahun 1942, pada saat itu dia baru berusia dua puluh tahun. Hampir semua puisi-puisi yang dia tulis merujuk pada kematian. Chairil ketika menjadi penyiar radio Jepang di Jakarta jatuh cinta pada Sri Ayati tetapi hingga akhir hayatnya Chairil tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya.

Semua tulisannya yang asli, modifikasi, atau yang diduga diciplak dikompilasi dalam tiga buku : Deru Campur Debu (1949); Kerikil Tajam Yang Terampas dan Yang Putus (1949); dan Tiga Menguak Takdir (1950, kumpulan puisi dengan Asrul Sani dan Rivai Apin).

Akhir Hidup

Vitalitas puitis Chairil tidak pernah diimbangikondisi fisiknya, yang bertambah lemah akibat gaya hidupnya yang semrawut. Sebelum dia bisa menginjak usia dua puluh tujuh tahun, dia sudah kena sejumlah sakit. Chairil Anwar meninggal dalam usia muda karena penyakit TBC[5] Dia dikuburkan di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta. Makamnya diziarahi oleh ribuan pengagumnya dari zaman ke zaman. Hari meninggalnya juga selalu diperingati sebagai Hari Chairil Anwar.

Buku-buku

  1. Deru Campur Debu (1949)
  2. Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus (1949)
  3. Tiga Menguak Takdir (1950) (dengan Asrul Sani dan Rivai Apin)
  4. "Aku Ini Binatang Jalang: koleksi sajak 1942-1949", diedit oleh Pamusuk Eneste, kata penutup oleh Sapardi Djoko Damono (1986)
  5. Derai-derai Cemara (1998)
  6. Pulanglah Dia Si Anak Hilang (1948), terjemahan karya Andre Gide
  7. Kena Gempur (1951), terjemahan karya John Steinbeck

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Chairil_Anwar


posted by FerryHZ at 10:57 PM | Permalink | 0 comments
Sunday, January 20, 2008
Lelang Remastering Komik karya GANESH TH

Mas Erwin Prima, salah satu pembuat mastering ulang komik karya-karya Ganesh TH mengadakan lelang Dummy dari komik-komik tersebut.
Buat pecinta karya Ganesh TH, ini kesempatan bagus untuk mendapatkan karya Ganesh TH pada versi terbatas ini.
Keterangan detil mengenai lelang, silakan klik pada link di bawah ini:




Berikut adalah sedikit contoh foto dari dummy komik yang dilelang:


SI BUTA DARI GUA HANTU


Cover depan




Cover belakang





CONTOH HALAMAN DALAM


Silakan klik link di atas dan ikuti lelangnya.....:-D



posted by FerryHZ at 10:59 PM | Permalink | 0 comments
Dan Brown, sebuah biografi Singkat

Dan Brown adalah seorang pengarang novel terkenal. Karyanya telah di cetak dan dialih bahasakan ke dalam 40 negara di dunia.

Lahir di New Hampshire pada tanggal 22 Februari 1964, Dan Brown adalah lulusan dari Universitas Amherst dan Akademi Phillips Exeter. Sebelum menjadi penulis, ia pernah berprofesi sebagai guru bahasa Inggris. Saat ini Dan Brown bertempat tinggal di New England.

Dan Brown menjadi terkenal dan mendunia lantaran bukunya yang berjudul The Da Vinci Code (Kode Da Vinci). Dan Brown berhasil menyita perhatian banyak orang karena dalam bukunya tersebut ia menghadirkan sebuah kontroversi. Artis pemeran utama pria yang berperan sebagai Robert Langdon adalan Tom Hanks, aktor Perancis Jean Reno memerankan tokoh detektif polisi Bezu Fache. Film ini dirilis pada pertengahan tahun 2006 dan disutradari oleh Ron Howard.


Novel-novel

Berikut ini adalah novel karya Dan Brown dalam urutan tahun diterbitkannya.

- 1997 Digital Fortress , edisi Bahasa Indonesia berjudul Benteng Digital

- 2000 Angels and Demons, edisi Bahasa Indonesia berjudul Malaikat dan Iblis

- 2001 Deception Point, edisi Bahasa Indonesia berjudul Titik Muslihat

- 2003 The Da Vinci Code

- The Solomon Key (direncanakan rilis pada 2006 atau 2007)


Harga sebuah popularitas; tuntutan atas Pelanggaran Hak Cipta

Dan Brown dan penerbit bukunya, Random House, dituntut oleh dua penulis Inggris, Michael Baigent dan Richard Leigh atas pelanggaran hak cipta terhadap buku mereka, The Holy Blood and Holy Grail. Brown memenangkan kasus ini.


Web Resmi Dan Brown:

http://www.danbrown.com/



Sumber dengan sedikit rubahan:
http://id.wikipedia.org


posted by FerryHZ at 3:46 AM | Permalink | 0 comments
Friday, January 18, 2008
Download Maha Karya Kho Ping Ho


Sebelum mendownload, baca dulu daftar karya Asmaraman Sukowati Kho Ping Hoo di bawah ini:


Serial Bu Kek Sian Su

Bu Kek Sian Su

Suling Emas

Cinta Bernoda Darah

Mutiara Hitam

Istana Pulau Es

Pendekar Bongkok

Pendekar Super Sakti

Sepasang Pedang Iblis

Kisah Sepasang Rajawali

Jodoh Rajawali

Suling Emas dan Naga Siluman

Kisah Pendekar Pulau Es

Suling Naga

Kisah si Bangau Putih

Kisah si Bangau Merah

Si Tangan Sakti

Pusaka Pulau Es

Serial Pedang Kayu Harum

Pedang Kayu Harum

Petualang Asmara

Dewi Maut

Pendekar Lembah Naga

Pendekar Sadis

Harta Karun Jenghis Khan

Siluman Gua Tengkorak

Asmara Berdarah

Pendekar Mata Keranjang

Ang Hong Cu

Pendekar Kelana

Serial Pendekar Sakti

Pendekar Sakti (Bu Pun Su)

Ang I Niocu

Pendekar Bodoh

Pendekar Remaja

Serial Dewi Sungai Kuning

Dewi Sungai Kuning

Kemelut Kerajaan Mancu

Serial Gelang Kemala

Gelang Kemala

Dewi Ular

Rajawali Hitam

Serial Pedang Naga Kemala

Pedang Naga Kemala

Pemberontakan Taipeng

Dalam Pedang Naga Kemala (Giok Liong Kiam) dijumpai bahwa Ilmu-Ilmu yang dikuasai oleh salah seorang tokohnya adalah bersumber dari ilmu-ilmu yang berasal dari Pulau Es, seperti juga yang terdapat dalam serial Pulau Es Bu Kek Siansu.

Serial Iblis Dan Bidadari

Iblis Dan Bidadari

Lembah Selaksa Bunga

Serial Si Pedang Tumpul

Si Pedang Tumpul

Asmara Si Pedang Tumpul

Serial Sepasang Naga Penakluk Iblis

Sepasang Naga Penakluk Iblis

Bayangan Iblis

Dendam Sembilan Iblis Tua

Serial Sepasang Naga Lembah Iblis

Sepasang Naga Lembah Iblis

Pedang Naga Hitam

Serial Raja Pedang

Raja Pedang

Rajawali Emas

Pendekar Buta

Jaka Lola

Di dalam cerita Raja Pedang sampai Jaka Lola, dijumpai bahwa ilmu kepandaian yang dikuasai oleh Tan Beng San, Kwa Kun Hong, dan juga Yo Wan ternyata bersumber dari ilmu yang diturunkan oleh Pendekar Sakti Bu Pun Su Lu Kwan Cu. Dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa Serial Raja Pedang adalah terusan dari serial Pendekar Sakti Bu Pun Su Lu Kwan Cu.

Serial Pendekar Tanpa Bayangan (Bu Eng Cu)

Pendekar Tanpa Bayangan (Bu Eng Cu)

Harta Karun Kerajaan Sung

Serial Pendekar Budiman (Hwa I Enghiong)

Pendekar Budiman (Hwa I Enghiong)

Pedang Penakluk Iblis

Tangan Geledek (Pek Lui Eng)

Judul Lepas

Rajawali Lembah Huai

Sendhyakala Ning Majapahit


DOWNLOAD KARYA KO PING HO:

1. http://home.comcast.net/~bandung/
2. Memoware.com


Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Kho_Ping_Hoo#Tokoh_tokoh

Catatan:

- Sejak beberapa tahun yang lalu, postingan karya Ko Ping Ho telah beredar di internet dan saya tidak pernah menemui adanya keberatan atas hal tersebut.

- Tetapi jika ada pihak yang merasa keberatan atas postingan ini, silakan PM saya. Dengan senang hati akan saya tanggapi.



posted by FerryHZ at 11:02 PM | Permalink | 0 comments
Asmaraman S. Kho Ping Hoo

Asmaraman Sukowati Kho Ping Hoo (juga dieja Kho Ping Ho) adalah penulis cersil (cerita silat) yang sangat populer di Indonesia. Peranakan Tionghoa ini lahir di Sragen, tanggal 17 Agustus 1926. Beliau meninggal pada tanggal 22 Juli 1994 karena serangan jantung.

Selama 30 tahun ia telah menulis sedikitnya 120 karya. Bila tiap jilid dibaca 25 orang, maka tiap edisinya kira-kira dibaca oleh 1,6 juta orang. Meski menulis cerita-cerita silat Tionghoa, penulis yang produktif ini tidak bisa membaca dan menulis dalam bahasa Mandarin. Ia banyak mendapat inspirasi dari film-film silat Hong Kong dan Taiwan. Kontribusinya bagi sastra Indonesia khususnya Melayu Tionghoa tidak dapat diabaikan.

Karena ia tidak bisa berbahasa Mandarin, banyak fakta historis dan geografis Tiongkok dalam ceritanya tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Namun ini bukan suatu halangan bagi pembaca novel Kho Ping Hoo yang memang sebagian besar tidak pernah sampai ke daratan Tiongkok itu.

Selain karya-karya yang termuat dibawah ini, masih terdapat banyak karya-karya Asmaraman S. Kho Ping Hoo yang merupakan karangan-karangan lepas (satu judul/kisah tamat) baik berlatar belakang Tionghoa maupun Jawa. Bahkan terdapat serial Pecut Sakti Bajrakirana dan serial Badai Laut Selatan yang berlatarbelakang masa Mataram Islam dan zaman Airlangga.

Beberapa sinetron yang ditayangkan televisi Indonesia juga memiliki kesamaan cerita dengan novel Kho Ping Hoo. Beberapa di antaranya adalah sinetron serial Anglingdarma yang mirip dengan isi cerita Bu Kek Siansu dan sinetron serial Misteri Gunung Merapi yang mirip dengan Alap-alap Laut Kidul (Lindu Aji), dan Bagus Sajiwo. Padahal dalam cerita asalnya, Misteri Gunung Merapi lebih bernuansa daerah Sumatra dengan gunung Sorik Marapi-nya. Tidak tahu apakah ini merupakan kebetulan yang sangat kebetulan sekali ataukah terdapat kenyataan yang lain.

Karya Kho Ping Hoo, terutama cersil nya, mempunyai arti penting di hati para pembaca di Indonesia. Terutama keturunan Tionghoa yang di besarkan di rejim Soeharto, yang waktu itu pengajaran bahasa Tionghoa, baik Mandarin atau dialek lain, di larang negara. Dalam suasana itu, karya kho ping hoo menjadi sumber yang langka dalam "pendidikan" kebudayaan, sejarah, agama bahkan moral Tionghoa.

Walaupun banyak fakta sejarah dan letak tempat Tiongkok dalam ceritanya yang tidak sesuai dengan kenyataan. Cerita Silat Kho Ping Hoo tetap berkesan mendalam bahkan memjadi pembentuk watak bagi jutaan penggemarnya. Karyanya membangkitkan rasa ingin tahu dan keinginan untuk belajar lebih banyak tentang Tiongkok atau China.

Gaya bahasa dan tutur kata yang di gunakan dalam cerita silat kho ping hoo sekarang dipakai oleh salah satu penulis situs www.apakabar.ws untuk mewakili dan menggaris bawahi rasa ke peranakan nya.


Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Kho_Ping_Hoo



posted by FerryHZ at 11:22 AM | Permalink | 0 comments
Djair, legenda komik Indonesia


Pengarang komik yang bernama lengkap Djair Warni ini cukup populer, pencipta tokoh legendaris Djaka Sembung, Djaka Geledek dan Si Tolol, yang sebagian besar telah di angkat di layar perak dan sinetron.

Menciptakan puluhan karya komik dengan setting kebanyakan pada masa penjajahan Belanda.

Beberapa karya Jair:


Sumber:
http://www.anelinda-store.com/coverdjair.php


posted by FerryHZ at 12:50 AM | Permalink | 0 comments
Teguh Santosa, legenda komik Indonesia 4


Bersama Ganes TH dan Jan Mintaraga, Teguh Santosa sering disebut sebagai 'jawara' komik Indonesia.
Dari segi kualitas coretan gambar dan pemahaman sejarah, bahkan Teguh dianggap melebihi 2 tokoh lainnya.
Trilogi 'Shandora' merupakan karya Teguh yang sangat terkenal.

Beberapa karya Teguh Santosa:



Sumber:
http://www.anelinda-store.com/coverteguh.php



posted by FerryHZ at 12:46 AM | Permalink | 0 comments
Ganes TH, legenda komik Indonesia 3


Ganes TH adalah salah satu tonggak kejayaan komik
Indonesia sampai akhir 80-an.
Serial Si Buta dari Gua Hantu karya ciptaannya tidak akan pernah dilupakan orang.
Petualangan Si Buta dari Jawa Barat sampai ke Bali, Flores, Kalimantan bahkan Sulawesi Sealatan dan Tengah menunjukkan pengetahuannya yang luas dan kecintaan pada tanah air yang begitu dalam.

Beberapa karya Ganes TH:




Sumber:
http://www.anelinda-store.com/coverganes.php



posted by FerryHZ at 12:36 AM | Permalink | 0 comments
Jan Mintaraga, legenda komik Indonesia 2


Jan Mintaraga yang mempunyai nama asli Suwalbiyanto adalah komikus yang bersama Teguh Santosa memberi warna tersendiri pada 'dunia persilatan' Indonesia pada jamannya.

Petualangan para tokohnya ke dunia maya bersama para siluman dan dedemit, benar-benar telah memikat penggemar fanatiknya yang terus mengenangnya hingga saat ini.

Komikus produktif kelahiran Yogykarta ini telah meninggal beberapa tahun yang lalu pada usia 58 tahun di Pamulang, meninggalkan puluhan judul karya.

Beberapa karya Jan Mintaraga:



Sumber:
http://www.anelinda-store.com/coverjan.php


posted by FerryHZ at 12:30 AM | Permalink | 0 comments
R.A Kosasih, legenda komik Indonesia



Raden Ahmad Kosasih (Bogor, 1919) adalah seorang penulis dan penggambar komik termasyhur dari Indonesia. Generasi komik masa kini menganggapnya sebagai Bapak Komik Indonesia.

Karya-karyanya terutama berhubungan dengan kesusastraan Hindu (Ramayana dan Mahabharata) dan sastra tradisional Indonesia, terutama dari sastra Jawa dan Sunda. Selain itu beliau juga menggambar beberapa komik silat yang memiliki pengaruh Tionghoa, namun tidak terlalu banyak.

Kosasih mulai menggambar pada tahun 1953 lalu ia mulai berhenti dan pensiun pada tahun 1993. Kosasih terutama menggambar sketsa-sketsa hitam-putih tanpa memakai warna.

Kosasih memulai kariernya pada penerbit Melodi di Bandung. Namun karya-karyanya yang terkenal diterbitkan oleh Maranatha. Akhir-akhir ini pada dasawarsa tahun 1990-an karya-karyanya diterbitkan ulang oleh Elex Media Komputindo dan penerbit Paramita di Surabaya.



Karya:
Sri Asih (1950)bisa dianggap sebagai superhero Indonesia yang pertama.
Siti Gahara
Ramayana
Mahabharata

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/R.A._Kosasih



posted by FerryHZ at 12:20 AM | Permalink | 0 comments
Thursday, January 17, 2008
Backup data dari Multiply ke Blogspot dan sebaliknya

Beberapa teman MP mungkin belum pernah mngeksplorasi fasilitas MP yang bisa melakukan eksport import data dari dan ke blog lain. Beberapa blog yang didukung fitur ini antara lain adalah Blgspot, Yahoo 360, Typepad, Windows Live Spaces, LiveJournal, Xanga.com dan AmazoncomWishlist.

Pengalaman saya di bawah ini mungkin bisa dijadikan untuk membuat backup data dengan melakukan eksport import data dari Multiply ke blogspot. Untuk blog yang lain, silakan mencobanya sendiri. Syukur kalau ada teman MP yang mau berbagi pengalaman.

Begini langkah-langkahnya:


Anda harus sudah punya account di MP dan blogger.

Pengaturan pada Blogspot

  1. Login dulu ke blogger.
  2. Klik Pengaturan.


  1. Pada pengaturan, klik submenu Feed Situs.
  2. Pada bagian Posting URL Pengubahan Arah Feed, masukkan alamat MP anda.

  1. Klik tombol simpan pengaturan.
  2. Selesai dengan blogger.

Menguji pengaturan pada MP

Sekarang kita akan mengujinya dengan membuat postingan ke MP.

  1. Login ke MP.
  2. Buat postingan baru di jurnal.
  3. Pada kotak Compose Blog Entry, anda dapat melihat pilihan Cross-post to Blogger:
  4. Beri tanda centang pada Cross-post to Blogger.

  1. Untuk mengimport jurnal dari blogger, klik saja logo blogger yang ada pada bagian Import.
  2. Selesai. Ketika anda menekan tombol Save and Publish, secara otomatis postingan ini juga akan di posting ke blog anda di blogger.


Catatan:

  1. Saat ini, akses untuk import eksport antar blog hanya ada pada menu Jurnal (blog) MP. Jika anda membuat postingan pada Review, Link, Photos Music dan lainnya, anda tidak dapat mengeksportnya ke blogger.

Ada yang punya ide?

Moga bermanfaat.


Ferry Herlambang


posted by FerryHZ at 1:18 AM | Permalink | 1 comments
Tuesday, January 15, 2008
Daftar jumlah cetak buku lari Indonesia 2007


Dari ruang baca Tempo, di bawah ini adalah daftar jumlah cetakan buku fiksi dan non fiksi yang masuk kategori laris. Tidak ada jumlah yang fenomenal seperti novel-novel dunia, tetapi cukup bagus untuk membangkitkan gairah para penulis kita.
Sebagai tambahan, The New York Times mensyaratkan jumlah 70.000 kopi terjual dalam tempo singkat agar dapat di golongkan sebagai buku best seller.

Berikut daftarnya:


Gramedia Pustaka Utama

Fiksi

1. A Little White Lie (teenlit) / Titish A.K
Terbit 27 Maret 2007 - terjual 15,777 eks. (cetakan keempat)

2. Lovasket (teenlit) / Luna Torashyngu
Terbit 19 Juni 2007 - terjua 12,007 eks. (cetakan kedua)

3. Big Brother Complex (teenlit) / Primadona Angela
Terbit 30 Januari 2007 - terjual 11.812 eks. (cetakan ketiga)

4. Angel's Heart (teenlit) / Lua Torashyngu
Terbit 10 Maret 2007 - terjual 9.987 eks. (cetakan kedua)

5. The Real Us (teenlit) / Gisantia Bestari
Terbit 6 Februari 2007 - terjual 8.665 eks. (cetakan kedua)

6. Autumn In Paris (metropop) / Iliana Tan
Terbit 10 Juli 2007 - terjual 7.704 eksemplar (cetakan ketiga)

7. Bellamore (metropop) / Karla M. Nashar
Terbit 26 Juni 2007 - terjual 7.677 eks. (cetakan kedua)

8. Bidadari Bersayap Biru / Agnes Jessica
Terbit 17 Juli 2007 - terjual 7.615 eks. (cetakan kedua)

9. Resep Cinta (teenlit) / Primadona Angela
Terbit 13 Maret 2007 - terjual 7.476 eks. (cetakan kedua)

10. Lupus Return: Cewek Jungkies / Hilman Hariwijaya
Terbit 17 Juli 2007 - terjual 7.311 eks. (cetakan kedua)

Nonfiksi

1. Re-Code Your Change DNA (Rhenald Kasali)
Terbit Januari 2007 - terjual 50.000 eks. (hard cover dan soft cover cetak ulang tiga kali)

2. Positive Business Ideas (James Gwee)
Terbit: Januari 2007 - terjual 45.000 eks. (cetak ulang empat kali)

3. 50 Chinese Wisdoms (Leman)
Terbit: Desember 2006 - terjual 30.000 eks. (cetak ulang empat kali)

4. The Best of Chinese Sayings (Leman)
Terbit: Januari 2007 - terjual 20.000 eks. (cetak ulang tiga kali)

5. Hypnosis in Selling (Adi Gumawan)
Terbit: Februari 2007 - terjual 15.000 eks. (cetak ulang tiga kali)

6. Tesaurus Bahasa Indonesia (Eko Endarmoko)
Terbit: Desember 2006 - terjual 9.000 eks. (cetak ulang dua kali)



Mizan Pustaka

Fiksi

Edensor / Andrea Hirata
Terbit Mei 2007 - terjual 25.000 eks hingga November 2007 - (cetak ulang tiga kali)

Nonfiksi

Catatan Hati Seorang Istri / Asma Nadia
Terbit Mei 2007 - terjual 21.000 eks hingga November 2007 - (cetak ulang tiga kali)


Ufukpress

Fiksi

Gokil: Sebuah Kompilasi Kedodolan / Miund
Terbit Mei 2007 terjual 10.000 eks. hingga Desember (cetak ulang empat kali)

Nonfiksi

Rahasia di Balik Penggalian Al-Aqsha / Abu Aiman
Terbit September 2007 terjual 10.000 eks. hingga Desember (cetak ulang tiga kali)


Ferry Herlambang
Dari: ruangbaca Tempo.


posted by FerryHZ at 3:41 PM | Permalink | 0 comments