(function() { (function(){function c(a){this.t={};this.tick=function(a,c,b){var d=void 0!=b?b:(new Date).getTime();this.t[a]=[d,c];if(void 0==b)try{window.console.timeStamp("CSI/"+a)}catch(l){}};this.tick("start",null,a)}var a,e;window.performance&&(e=(a=window.performance.timing)&&a.responseStart);var h=0=b&&(window.jstiming.srt=e-b)}if(a){var d=window.jstiming.load;0=b&&(d.tick("_wtsrt",void 0,b),d.tick("wtsrt_","_wtsrt", e),d.tick("tbsd_","wtsrt_"))}try{a=null,window.chrome&&window.chrome.csi&&(a=Math.floor(window.chrome.csi().pageT),d&&0=c&&window.jstiming.load.tick("aft")};var f=!1;function g(){f||(f=!0,window.jstiming.load.tick("firstScrollTime"))}window.addEventListener?window.addEventListener("scroll",g,!1):window.attachEvent("onscroll",g); })();

Friday, November 2, 2007
Kota bernama folder

Bagi orang yang kesehariannya sangat tergantung pada komputer, memandang sebuah PC sama dengan memandang diri sendiri. Demikian juga saya, device dan peripheral komputer seperti aliran darah dan rangkaian otot yang menyatu pada pikiran saya. Detak ketidaknormalan komputer terasa seperti linu, pegal atau masuk angin.

Booting awal serasa menunggu hasil check up. Akankan semua device di kenali? Akankah organ-organ tubuhku baik-baik saja?

Demikian juga isi sebuah harddisk yang menyimpan semua jerih payah. Baik penting, tidak penting atau sekedar tumpukan sampah. Saya terbiasa menganalogikan isi harddisk sebagai sebuah kota dengan folder dan subfoder sebagai kabupaten, kecamatan dan alamat rumahnya. Dengan kebiasaan dan disiplin pada analogi itu, saya mampu mencari file-file remeh tak penting meskipun berada pada lokasi yang tersembunyi sekalipun. Meskipun fasilitas Find kadangkala masih di fungsikan juga.

Lalu ketika harddisk jebol tempo hari, dunia serasa runtuh. Apalagi backup terakhir yang saya akukan sudah lumayan lama dan hasil kerja yang belum terbackup lumayan banyak. Yang paling menyesakkan adalah hilangnya sebuah naskah buku yang sudah jadi dan siap kirim (akhirnya naskah ini terselatkan 160 halaman dari 240 halaman jadi.) Tetapi bukan itu yang ingin saya catat, tetapi keharusan untuk kehilangan rangkaian kota berupa lokasi folder yang selama setahun ini sudah familiar.

Ketika hasrddisk baru terpasang, saya merasa asing dengan komputer saya sendiri. Lokasi folder yang biasa saya temukan sudah berubah bentuk. Kota yang biasa saya kenal telah hilang. Saya merasa sebagai orang baru di sebuah kota asing.

Akhirnya berbekal CD-CD backup dan file-file yang terselamatkan, saya buat peta folder baru dengan desain mendekati isi HD lama. Butuh seharian sebelum semuanya selesai. Membuat folder dan subfolder baru dan mengisinya dengan file-file yang sesuai.

Semuanya telah selesai sekarang. Saya telah dapatkan kota lama saya kembali, meskipun tidak benar-benar mirip tetapi saya tidak merasa asing lagi di PC saya.

Dan kerjapun dimulai, dengan ketenangan dan kesenangan seperti sebelum HD-ku jebol.

Semoga produktifitas-ku meningkat. Setelah semua kehilangan dan susah payah selama beberapa minggu ini.


posted by FerryHZ at 8:59 PM | Permalink |


0 Comments: