(function() { (function(){function c(a){this.t={};this.tick=function(a,c,b){var d=void 0!=b?b:(new Date).getTime();this.t[a]=[d,c];if(void 0==b)try{window.console.timeStamp("CSI/"+a)}catch(l){}};this.tick("start",null,a)}var a,e;window.performance&&(e=(a=window.performance.timing)&&a.responseStart);var h=0=b&&(window.jstiming.srt=e-b)}if(a){var d=window.jstiming.load;0=b&&(d.tick("_wtsrt",void 0,b),d.tick("wtsrt_","_wtsrt", e),d.tick("tbsd_","wtsrt_"))}try{a=null,window.chrome&&window.chrome.csi&&(a=Math.floor(window.chrome.csi().pageT),d&&0=c&&window.jstiming.load.tick("aft")};var f=!1;function g(){f||(f=!0,window.jstiming.load.tick("firstScrollTime"))}window.addEventListener?window.addEventListener("scroll",g,!1):window.attachEvent("onscroll",g); })();

Wednesday, March 5, 2008
Novel seluler

Jepang Populerkan Novel via Ponsel
Senin, 04/02/2008


TOKYO (SINDO) – Kawula muda Jepang usia belasan saat ini tengah keranjingan membaca novel dari telepon seluler (ponsel) mereka. Novel pada ponsel mereka menjadi genre literatur baru di Jepang.

Novel jenis ini berkembang pesat dan menjadi bagian dari budaya populer Jepang. Pembaca novel usia belasan menjadikan novel ponsel sebagai alternatif bacaan yang tidak beredar dan dijual di toko-toko buku konvensional. Teks-teks di novel ini ditulis secara horizontal dengan spasi lebar di antara baris teks.

Ini berbeda dengan novel Jepang versi cetak yang ditulis secara vertikal dengan huruf-huruf kecil dan rapat. Biasanya penulis novel ponsel menggunakan bahasa yang sederhana, pendek, menggunakan ikon ”emoticon” serta kata-kata populer di kalangan muda-mudi Jepang.

”Meskipun pada awalnya novel telepon seluler ditentang penulis-penulis tradisional, namun mereka mencerminkan kekinian. Novel tersebut bisa berkembang menjadi genre literatur baru,jadi kita harus tetap berpikiran terbuka,”kata Mikio Funayama, juru bicara jurnal ternama di Jepang,”Bungeikai”.

Hikari Kanno, 13, seorang pencinta novel ponsel yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, menganggap genre literatur ini sesuai dengan dirinya. ”Novel-novel itu membuat saya menangis. Itulah mengapa saya membacanya,” kata Hikari. Salah satu novel yang digandrunginya berjudul ”Clearness”.

Novel ini bercerita mengenai hubungan antara seorang mahasiswa yang menjual dirinya dan seorang pria muda yang bekerja di kelab malam ”Kita tidak bisa menemukan tipe drama seperti ini di televisi,” ujarnya. Hikari mengaku menghabiskan waktu tiga jam per hari untuk membaca novel jenis ini.

Orang tuanyalah yang kemudian menerima getahnya, karena harus membayar tagihan telepon sebesar 40 ribu yen (USD350). Novel ponsel yang menjadi best-seller di Jepang adalah ”Koizora”atau ”Love Sky”.

Di sini dikisahkan seorang siswa kelas 1 SMA yang harus berhadapan dengan masalah- masalah yang umum dihadapi remaja Jepang,seperti penganiayaan, percobaan bunuh diri,obat-obatan terlarang, seks, pemerkosaan, kehamilan, dan tentu saja cinta. ”Koizora” laris manis dan terjual 1,95 juta kopi sejak diluncurkan perdana pada 2006 lalu.Novelinikemudiandiadaptasi ke dalam bentuk sinema. (AFP/tri subhki r)

Sumber:
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/international/jepang-populerkan-novel-via-ponsel.html


posted by FerryHZ at 10:05 AM | Permalink |


0 Comments: