(function() { (function(){function c(a){this.t={};this.tick=function(a,c,b){var d=void 0!=b?b:(new Date).getTime();this.t[a]=[d,c];if(void 0==b)try{window.console.timeStamp("CSI/"+a)}catch(l){}};this.tick("start",null,a)}var a,e;window.performance&&(e=(a=window.performance.timing)&&a.responseStart);var h=0=b&&(window.jstiming.srt=e-b)}if(a){var d=window.jstiming.load;0=b&&(d.tick("_wtsrt",void 0,b),d.tick("wtsrt_","_wtsrt", e),d.tick("tbsd_","wtsrt_"))}try{a=null,window.chrome&&window.chrome.csi&&(a=Math.floor(window.chrome.csi().pageT),d&&0=c&&window.jstiming.load.tick("aft")};var f=!1;function g(){f||(f=!0,window.jstiming.load.tick("firstScrollTime"))}window.addEventListener?window.addEventListener("scroll",g,!1):window.attachEvent("onscroll",g); })();

Monday, December 3, 2007
Krisis keuangan Amerika Serikat terus menelan korban


Setelah sejumlah perusahaan investasi keuangan mengalami kerugian besar-besaran awal November silam dan harga saham-sahamnya jatuh, kini mulai terlihat gejala baru: memecat para eksekutif. Korban pertama pemecatan itu adalah Zoe Cruz CEO Morgan Stanley yang dipecat akhir minggu lalu setelah CEO dari Merrill Lynch & Co dan CEO dari Citigroup Inc. menyatakan mundur November silam.

oleh Rusdi Mathari

SAMPAI minggu lalu Cruz adalah salah satu perempuan paling berpengaruh di Wall Street, New York— salah satu kawasan keuangan berpengaruh di dunia. Sebagai CEO dia bahkan menduduki urutan keempat dalam daftar jurnal “50 Perempuan Berpengaruh.” Tapi sejak akhir minggu lalu nasib Cruz berubah 180 derajat menyusul pemecatan atas dirinya. Nasib tragis itu harus dialami Cruz setelah selama hampir 25 tahun bergabung dengan Morgan Stanley dan ikut membesarkan perusahaan keuangan itu.

Morgan Stanley adalah salah satu perusahaan investasi keuangan terbesar di Amerika Serikat. Jasa konsultannya banyak digunakan oleh perusahaan dan lembaga pemerintah di banyak negara termasuk di Indonesia antara lain untuk penerbitan dan penjualan efek di pasar modal. Awal bulan lalu perusahaan ini terbelit krisis keuangan sehingga harus menelan kerugian US$ 3,7 miliar. Bersama Morgan Stanley, Citigroup Inc. dan Merrill Lynch juga terkena dampak serius akibat melonjaknya kredit macet di sektor perumahan di Amerika Serikat.

Kerugian itu diderita oleh Morgan Stanley menyusul ambruknya sektor properti Amerika Serikat akibat kredit macet. Menurut The Sunday Times (2 Desember 2007) kerugian yang diderita Morgan Stanley diperkirakan sudah terjadi sejak September-Oktober sebulan sebelum krisis keuangan property mengguncang pasar modal Amerika Serikat.

Morgan lalu menjadi perusahaan pertama yang mengumumkan penghapusbukuan (write off) kredit macet senilai US$ 2,5 miliar. Namun pengumuman tersebut justru disusul dengan kejatuhan sahamnya di bursa New York setelah spekulasi yang menyebutkan perusahaan keuangan itu akan melakukan write off jauh lebih besar dari angka US$ 2,5 miliar. Faktanya total kredit macet yang dihapusbukukan oleh Morgan Stanley adalah sebesar US$ 6 miliar.

Karena kecemasan investor di pasar modal dianggap bisa menggerogoti saham Morgan Stanley, perusahaan itu akhirnya memecat Cruz. Perempuan berusia 52 tahun itu dipecat karena dianggap sebagai orang yang paling bertanggungjawab atas sejumlah kredit macet Morgan Stanley. Posisinya kemudian digantikan oleh John Mack.

Cruz adalah perempuan genius yang pernah menyelamatkan Morgan Stanley dari krisis keuangan pada 2005 yang kemudian menempatkannya pada posisi puncak. Dia bergabung dengan Morgan Stanley sejak 1982 pada pada divisi perbankan investasi. Delapan tahun kemudian Cruz menjadi direktur pemasaran dan ditunjuk menjadi Co-head Morgan Stanley pada 1993. Posisi itu dijabatnya selama hampir tujuh tahun, sebelum dia menjadi CEO. Selama itu, Cruz merupakan eksekutif dengan limpahan pendapatan yang paling besar. Pada 2004 bonus yang diberikan kepadanya bahkan mencapai US$ 7,7 juta atau terbesar kedua setelah Philip Purcell, CEO Morhan Stanley waktu itu.

Beberapa pengamat mengatakan pemecatan atas Cruz oleh Morgan Stanley tidak akan banyak berpengaruh pada kinerja keuangan Morgan Stanley. Setidaknya masih dibutuhkan waktu satu hingga dua kuartal ke depan bagi pasar kredit Amerika Serikat untuk kembali pada posisi sebelum krisis.

Dibandingkan kerugian yang dialami Citigroup Inc. sebesar US$ 6,1 miliar dan Merrill Lynch sebesar US$ 8,9 miliar, kerugian Morgan Stanley sebenarnya jauh lebih kecil. Namun tampaknya memang harus ada orang yang disalahkan atas kerugian tersebut dan Cruz adalah orang itu. The Sunday Times menyebut Cruz sebagai korban.


Sumber:

http://rusdimathari.wordpress.com/2007/12/02/korban-berikutnya-bernama-zoe-cruz/#comment-202



posted by FerryHZ at 4:41 PM | Permalink |


0 Comments: