(function() { (function(){function c(a){this.t={};this.tick=function(a,c,b){var d=void 0!=b?b:(new Date).getTime();this.t[a]=[d,c];if(void 0==b)try{window.console.timeStamp("CSI/"+a)}catch(l){}};this.tick("start",null,a)}var a,e;window.performance&&(e=(a=window.performance.timing)&&a.responseStart);var h=0=b&&(window.jstiming.srt=e-b)}if(a){var d=window.jstiming.load;0=b&&(d.tick("_wtsrt",void 0,b),d.tick("wtsrt_","_wtsrt", e),d.tick("tbsd_","wtsrt_"))}try{a=null,window.chrome&&window.chrome.csi&&(a=Math.floor(window.chrome.csi().pageT),d&&0=c&&window.jstiming.load.tick("aft")};var f=!1;function g(){f||(f=!0,window.jstiming.load.tick("firstScrollTime"))}window.addEventListener?window.addEventListener("scroll",g,!1):window.attachEvent("onscroll",g); })();

Wednesday, October 15, 2008
Wilbur dan Orville Wright
Perjalanan awal pesawat terbang


Wright bersaudara, penjual sepeda yang menemukan pesawat terbang



Ayah Orville dan Wilbur adalah orang yang senang bepergian dari satu tempat ke tempat lainnya. Saat pulang ke rumah, dia sering membelikan mainan buat anak-anaknya. Suatu saat, dia membawakan sebuah pesawat mainan yang mampu terbang, dengan baling-baling yang di gerakkan oleh karet. Mainan tersebut menarik perhatian kedua Wright kecil, dan mempengaruhi ketertarikan mereka pada pesawat sampai mereka dewasa. Kenangan mereka pada pesawat tersebut kelak akan mempengaruhi peradaban dunia karena kerja keras mereka untuk mewujudkan pesawat terbang.



Wilbur dan Orville Wright

Wilbur Wright (1867-1912), kaka dari Orville Wright lahir di Millville, Indiana. Dia adalah anak ketiga dari lima bersaudara. Ayahnya adalah seorang pendeta di gereja United Brethren. Wilbur bersekolah di SMA di Dayton bersama saudaranya Orville. Kedua bersaudara tersebut memiliki ketertarikan pada hal-hal yang menyangkut mekanikal dan sering bertukar pikiran. Mereka belajar matematika dan teknik setiap ada kesempatan.

Wilbur dan Orville memilih meninggalkan sekolah sebelum lulus. Setelah keluar dari sekolah, dia membuat sebuah koran lokal yang berskala kecil. Pada 1892, mereka berdua mendirikan Wright Cycle Company yang menjual sepeda. Untuk sepuluh tahun selanjutnya, mereka mendasain, merakit dan menjual sepeda.

Wright bersaudara menyadari kemungkinan untuk bisa membuat sebuah pesawat bermesin dan mereka berusaha untuk mewujudkannya. Hasil kerja dan penelitian seorang pioner ahli penerbangan Jerman, Otto Lilienthal pada tahun 1890 memberikan inspirasi bagi mereka untuk membuat glider dan pesawat. Otto Lilienthal sendiri tewas dalam kecelakaan glider tahun 1896, hal tersebut membuat Wright bersaudara sadar bahwa stabilitas desain dan kemampuan pilot adalah hal terpenting bagi sebuah pesawat untuk mengudara.

Wright bersaudara mencurahkan perhatiannya pada pengembangan teknik untuk stabilitas dan melakukan percobaan untuk kontrol arah pada glider mereka dari tahun 1896 sampai 1899. Pada bulan Agustus 1899, mereka menerbangkan sebuah layang-layang dengan sayap selebar 1.5 m (5 ft). Akhirnya mereka menemukan teknik untuk membengkokkan sayap dan terbukti mampu meningkatkan stabilitas dan kontrol pesawat.

Tahun 1900 Wrights bersaudara membuat sebuah layang-layang yang lebih besar dengan panjang sayap 5-m (17-ft) yang dapat membawa seorang pilot. Mereka memutuskan untuk melakukan percobaan di Kitty Hawk, North Carolina, karena angin di lokasi tersebut membantu usaha penerbangan tersebut dan daerahnya yang berpasir akan lebih aman bagi mesin dan pilot apabila terjadi kecelakaan. Pada percobaan tersebut, pesawat mampu terbang selama beberapa detik dengan membawa Wilbur Wright sebagai pilotnya.

Pada bulan Juli 1901 mereka kembali ke Kitty Hawk dan membuat sebuah glider dari kayu dan memasang semacam roda untuk meluncur. Mereka bekerja di bukit bernama Kill Devil, yang memiliki bukit pasir yang lebih besar sehingga memungkinkan glider mereka untuk bisa meluncur melalui roda yang mereka pasang.



Selama akhir tahun 1901 dan awal tahun 1902, Wright bersaudara membangun sebuah wind tunnel (terowongan angin) kecil sebagai laborat untuk melakukan percobaan beberapa desain sayap. Dari hasil percobaan tersebut, mereka menyusun sebuah tabel akurat pertama yang membandingkan antara kemampuan angkat dan beban sebuah pesawat, dua parameter penting untuk penerbangan dan stabilitas.

Tahun pertengahan 1902 mereka membangun sebuah pesawat tanpa mesin (glider) yang memiliki lebar sayap 10 m (32 ft). Setelah melewati serangkaian percobaan, glider ini sukses dan pada musim panas berikutnya, mereka memutuskan untuk memasang mesin pada rancangan ini.


Selanjutnya mereka sedikit merenovasi rancangan glider tersebut, membuatnya memiliki rentang sayap 12 m (40 ft) dan berat 340 Kg (750 lb) dan memiliki sebuah ruang untuk seorang pilot. Pesawat tersebut dipasangi sebuah mesin berkekuatan 9-kilowatt (12-horsepower) dan baling-baling buatan mereka sendiri yang terbukti mampu mengalirkan udara dengan efisien. Setelah beberapa kali mengaami masalah dengan susunan baling-baling, pesawat tersebut akhirnya sukses pada penerbangannya pada tanggal 17 December 1903 di Kill Devil Hills dekat Kitty Hawk.

Kedua bersaudara ini secara bergantian menjadi pilot pesawat tersebut. Wilbur, yang mencoba terakhir berhasil mengudara selama 59 detik sepanjang 260 m (852 ft) dengan kecepatan 16 km/h (10 mph).


Tahun berikutnya, mereka memasang sebuah mesin baru yang lebih kuat , lebih dari 12-kilowatt (16-horsepower). Dengan desain pesawat yang lebih baik, pesawat ini mampu terbang lebih lama, lebih mudah di kontrol dan mampu berputar lebih baik.


Tahun 1905, Wright bersaudara menawarkan pesawat mereka ke departemen pertahanan Amerika tetapi kurang mendapatkan tanggapan. Tahun berikutnya, mereka mempatenkan karya mereka untuk sistem kontrol.

Pameran pesawat baru mereka lakukan pada tahun 1908. Wilbur mendemonstrasikan pesawat mereka di Perancis sementara Orville di Amerika. Tahun 1909 Wilbur melakukan demonstrasi di Italia sementara Orville di Berlin, Jerman. Saat itu, pesawat mereka sudah sangat maju dan mampu terbang melintasi jarak sejauh 32 km (20 mil).


Beberapa tahun ke depan, perusahaan mereka masih terus membuat pesawat sambil menghadapi beberapa perusahaan pesaing yang tumbuh.

Tahun1912 Wilbur meningggal di Daytona, Ohio, karena demam tipus. Orville melanjutkan perusahaan sampai akhirnya meninggal pada 30 Januari 1948.


Ferry Herlambang
Dari berbagai sumber


posted by FerryHZ at 9:13 AM | Permalink |


0 Comments: